Senin, 17 Juni 2013

REAKSI REDOKS PADA PEMERIKSAAN BENEDICT KUALITATIF


PENGANTAR
A.                 Reaksi Redoks

1.     Pengertian

Reaksi redoks adalah reaksi kimia yang disertai perubahan bilangan oksidasi atau reaksi yang di dalamnya terdapat serah terima elektron anatar zat.

2.     Contoh Reaksi Redoks
Contoh reaksi redoks adalah apabila batang tembaga dicelupkan dalam larutan perak nitrat, maka lapisan putih mengkilat akan terjadi pada permukaan batang tembaga dan larutan berubah menjadi biru.

Dalam hal ini bilangan oksidasi tembaga naik dari 0 menjadi +2 dan bilangan oksidasi perak turun dari +1 menjadi 0. Tembaga mengalami oksidasi dan perak mengalami reduksi. Persamaan reaksi antara keduanya dapat dituliskan sebagai berikut:
Cu (s) + 2 AgNO3 (aq) Cu(NO)3 (aq) + 2 Ag (s)
atau
Cu (s) + 2 Ag+ (aq) Cu2+ (aq) + 2 Ag (s)

Reaksi redoks ini sering dinyatakan dengan penulisan setengah reaksi secara terpisah, pelepasan elektron sebagai oksidasi dan penangkapan elektron sebagai reduksi:
Oksidasi: Cu (s)                        Cu2+ (aq)   +  2 e
Reduksi:  2 Ag+ (aq) + 2 e  
     2 Ag (s)


TINJAUAN PUSTAKA

B.     Test Glukosa Urine metode Benedict

1.    Pengertian

Tes glukosa urine adalah pemeriksaan pada sampel urine untuk mengetahui ada/tidaknya glukosa dalam urine. Pemeriksaan ini termasuk pemeriksaan penyaring dalam urinalisis.

2.    Tujuan

Tujuan dari tes ini adalah untuk mendiagnostik ada atau tidaknya glukosa di dalam urine.

3.    Dasar Teori

Pemeriksaan glukosa urine dengan tes reduksi atau menggunakan benedict ini memanfaatkan sifat glukosa sebagai pereduksi. Zat yang paling sering digunakan untuk menyatakan adanya reduksi adalah yang mengandung garam cupri. Reagen terbaik yang mengandung garam cupri adalah larutan Benedict.

Prinsip dari tes Benedict adalah glukosa dalam urine akan mereduksi kuprisulfat (dalam benedict) menjadi kuprosulfat yang terlihat dengan perubahan warna dari larutan Benedict tersebut. Jadi, bila urine mengandung glukosa, maka akan terjadi reaksi perubahan warna seperti yang dijelaskan di atas. Namun, bila tidak terdapat glukosa, maka reaksi tersebut tidak akan terjadi dan warna dari benedict tidak akan berubah.



Perhatian
Tes reduksi ini tidak spesifik karena ada zat lain yang juga mempunyai sifat pereduksi seperti monosakarida (galaktosa, fruktosa, pentosa), disakarida (laktosa), dan beberapa zat bukan gula (asam homogentisat, formalin, salisilat kadar tinggi, vitamin C).

4.    Prosedur Kerja
·  Alat dan bahan
o Tabung reaksi
o Lampu spiritus/ water bath
o Rak tabung reaksi
o Penjepit tabung reaksi
o Reagen Benedict
·  Cara Kerja
o Siapkan alat dan bahan
o Masukkan 5 ml reagen Benedict ke dalam tabung reaksi
o Teteskan sebanyak 5-8 tetes urin ke dalam tabung tersebut
o Masukkan tabung tadi ke dalam air mendidi (water bath) selama 5 menit atau langsung dipanaskan di atas lampu spiritus selama 3 menit mendidih.
o Angkat tabung, kocok isinya dan bacalah hasil reduksi
·  Penilaian
o        -           : tetap biru jernih atau sedikit kehijauan dan agak keruh
o        +          : hijau kekuningan dan keruh ( sesuai dengan 0,5 - 1% glukosa)
o        ++        : kuning kehijauan atau kuning keruh (1 - 1,5% glukosa)
o        +++      : jingga atau warna lumpur keruh (2 - 3,5% glukosa)
o        ++++   : merah bata atau merah keruh ( > 3,5% glukosa)
Perhatian :

Dalam  membaca hasil harus segera setelah diangkat dan dikocok. Bila dibiarkan lebih lama, hasilnya akan lebih positif

Keterangan : Glukosa dan fruktosa memiliki sifat pereduksi sehingga warna benedict berubah. Sedangkan sukrosa tidak memperlihatkan perubahan berarti karena tidak punya sifat pereduksi. Pada gambar di atas sudah menunjukkan + 4 karena berwarna merah bata.

















PEMBAHASAN

Reaksi redoks adalah reaksi kimia yang disertai perubahan bilangan oksidasi atau reaksi yang di dalamnya terdapat serah terima elektron anatar zat. reaksi oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen, atau pelepasan hidrogen, atau pelepasan elektron. Sedangkan sebaliknya, reaksi reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen, atau pengikatan hidrogen, atau pengikatan elektron. Batasan lain yaitu bahwa reaksi oksidasi adalah reaksi penaikan bilangan oksidasi dan reaksi reduksi adalah reaksi penurunan bilangan oksidasi. Kedua reaksi ini selalu terjadi secara bersamaan, serentak, artinya ada spesies yang teroksidasi dan spesies lainnya tereduksi. Oleh karena itu, lebih tepat dinyatakan sebagai rekasi reduksi-oksidasi atau disingkat reaksi redoks.
Pada pemeriksaan glukosa urine metode Benedict kualitatif terjadi reaksi redoks antara reagen CuSO4 yang digunakan dengan glukosa dalam sampel urine
Benedict: CuSO4. 5H2O
glukosa: C6H12O6

Reaksi:

2 CuSO4.5H2O + C6H12O6  ----------------->  C6H12O7 + Cu2O + 2H2SO4 + 8 H2O

warna larutan yang tebentuk tergantung jumlah Cu2O yang terbentuk
Berdasarkan reaksi antara CuSO4 dengan glukosa dalam urine,
dimana CuSO4 berperan sebagai oksidator karena mengoksidasi glukosa dan mengalami proses reduksi dibuktikan dengan penurunan bilangan oksidasi dari CuSO4 menjadi Cu2O dimana ion Cu dari +2 menjadi +1
Sedangkan yang berperan menjadi rekduktor adalah glukosa yang terdapat dalam urine karena mereduksi CuSO4dan mengalami proses oksidasi dibuktikan dengan peningkatan bilangan oksidasi dari C6H12O6 menjadi C6 H12O7dimana ion O mengalami kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi 1/3



















KESIMPULAN

            Ternyata dalam pemeriksaan kimia klinik didapatkan contoh reaksii redoks yaitu pada pemeriksaan reduksi urine dengan metode benedict kualitatif.Dimana zat yang berperan sebagai reduktor adalah glukosa yang terdapat dalam urine,sedangkan yang berperan sebagai oksidator adalah CuSO4. Dibuktikan bahwa didalam reaksinya terdapat penurunan dan kenaikan bilangan oksidasi seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan diatas.
















DAFTAR PUSTAKA

                  2.     http://books.google.co.id  Mudah dan Aktif Belajar Kimia 

                      Oleh Yayan Sunarya & Agus S    

                  3. Gandasoebrata, R. 2008. Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta: Dian Rakyat                                        


0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar